nowdots – Pelemahan rupiah terhadap ringgit negeri jiran membuat daya beli wisatawan malaysia semakin kuat. Dari kebutuhan pokok hingga produk UMKM, Indonesia kini menjadi destinasi belanja yang lebih menarik bagi warga Malaysia.
Ketika Rupiah Melemah, Tidak Semua Dampaknya Negatif
Setiap kali nilai tukar rupiah melemah, perhatian publik biasanya langsung tertuju pada dampak negatifnya. Mulai dari kenaikan harga barang impor, tekanan terhadap biaya produksi, hingga kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Namun dalam dunia ekonomi, satu peristiwa sering kali memiliki dua sisi yang berbeda. Di balik tekanan yang muncul akibat pelemahan rupiah, terdapat sektor-sektor tertentu yang justru memperoleh keuntungan.
Salah satunya adalah sektor pariwisata dan perdagangan yang berkaitan dengan wisatawan asing.
Fenomena inilah yang belakangan menjadi perbincangan setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan wisatawan Malaysia berbelanja dalam jumlah besar di berbagai pusat perbelanjaan Indonesia. Video yang diunggah akun TikTok @teratourpadang tersebut menunjukkan bagaimana sejumlah warga Malaysia memanfaatkan nilai tukar yang menguntungkan untuk membeli berbagai kebutuhan sehari-hari dengan harga yang dianggap jauh lebih murah dibandingkan di negara asal mereka.
Bagi sebagian masyarakat Indonesia, fenomena tersebut mungkin terlihat unik. Namun jika dilihat dari sudut pandang ekonomi, kondisi tersebut sebenarnya cukup masuk akal.
Ringgit Semakin Kuat terhadap Rupiah
Salah satu faktor utama yang mendorong fenomena ini adalah perubahan nilai tukar antara rupiah dan ringgit Malaysia.
Dalam dua tahun terakhir, nilai tukar rupiah terhadap ringgit mengalami pelemahan yang cukup signifikan. Jika pada April 2024 satu ringgit Malaysia setara dengan sekitar Rp3.412, maka pada April 2026 nilainya telah mencapai sekitar Rp4.379 per ringgit.
Artinya, dengan jumlah uang yang sama, warga Malaysia kini bisa memperoleh lebih banyak rupiah dibandingkan sebelumnya.
Bagi wisatawan, kondisi ini secara otomatis meningkatkan daya beli mereka selama berada di Indonesia. Barang dan jasa yang sebelumnya sudah relatif terjangkau kini terasa semakin murah jika dihitung menggunakan mata uang ringgit.
Tidak mengherankan jika banyak wisatawan Malaysia memanfaatkan kondisi tersebut untuk berbelanja lebih banyak ketika berkunjung ke Indonesia.
Indonesia Semakin Menarik sebagai Destinasi Belanja
Selama ini Indonesia memang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit bagi masyarakat Malaysia. Kedekatan geografis, kemiripan budaya, serta akses transportasi yang relatif mudah membuat mobilitas antara kedua negara berlangsung sangat aktif.
Namun saat nilai tukar semakin menguntungkan, Indonesia tidak hanya menarik sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai tujuan berbelanja. Berbagai produk kebutuhan sehari-hari, makanan, pakaian, produk UMKM, hingga oleh-oleh khas daerah menjadi incaran wisatawan Malaysia.
Di sejumlah kota seperti Padang, Medan, Pekanbaru, Batam, hingga Jakarta, keberadaan wisatawan Malaysia yang berbelanja dalam jumlah besar bukan lagi pemandangan yang asing.
Bahkan beberapa pelaku usaha mengaku mulai melihat peningkatan transaksi dari konsumen asal Malaysia yang memanfaatkan momentum kurs yang sedang menguntungkan.
UMKM Bisa Ikut Menikmati Dampaknya
Salah satu aspek menarik dari fenomena ini adalah dampaknya yang tidak hanya dirasakan oleh pusat perbelanjaan besar. Ketika wisatawan asing datang dan berbelanja, uang yang mereka keluarkan tidak berhenti pada satu sektor saja. Efeknya dapat menyebar ke berbagai lapisan ekonomi.
Produk makanan khas daerah, kerajinan tangan, pakaian lokal, hingga berbagai produk UMKM memiliki peluang lebih besar untuk terjual kepada wisatawan. Bagi pelaku usaha kecil, peningkatan jumlah wisatawan asing sering kali berarti bertambahnya pelanggan baru yang membawa daya beli lebih kuat dibandingkan konsumen domestik.
Dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, tambahan permintaan dari wisatawan asing tentu menjadi kabar yang cukup positif bagi banyak pelaku usaha.
Malaysia Menjadi Penyumbang Wisatawan Terbesar
Fenomena ini semakin menarik karena Malaysia saat ini merupakan sumber wisatawan mancanegara terbesar bagi Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga April 2026 sekitar 22,31 persen wisatawan asing yang datang ke Indonesia berasal dari Malaysia.
Artinya, lebih dari satu dari lima wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia adalah warga Malaysia. Dengan jumlah yang sebesar itu, perubahan perilaku belanja wisatawan Malaysia dapat memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah tujuan wisata.
Semakin lama mereka tinggal dan semakin banyak uang yang dibelanjakan selama berada di Indonesia, semakin besar pula kontribusi yang diberikan terhadap perekonomian lokal.
Tidak Hanya Belanja, Sektor Pariwisata Juga Diuntungkan
Ketika berbicara mengenai wisatawan asing, manfaat ekonomi sebenarnya tidak hanya berasal dari aktivitas belanja.
Wisatawan juga menggunakan berbagai layanan lain selama perjalanan mereka. Mulai dari hotel, restoran, transportasi, destinasi wisata, hingga berbagai layanan pendukung lainnya.
Karena itu, meningkatnya daya beli wisatawan Malaysia dapat memberikan efek berantai yang cukup luas.
Hotel memperoleh lebih banyak tamu.
Restoran mendapatkan lebih banyak pelanggan.
Pelaku transportasi menikmati peningkatan permintaan.
UMKM memperoleh peluang penjualan yang lebih besar.
Semua sektor tersebut pada akhirnya ikut berkontribusi terhadap perputaran ekonomi di daerah yang menjadi tujuan wisata.
Pelemahan Rupiah Tetap Menyimpan Tantangan
Meski fenomena ini memberikan manfaat bagi sektor tertentu, penting untuk diingat bahwa pelemahan rupiah tetap memiliki berbagai konsekuensi yang perlu diperhatikan.
Indonesia masih bergantung pada impor untuk sejumlah kebutuhan industri dan energi. Ketika rupiah melemah terhadap mata uang asing, biaya impor menjadi lebih mahal.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan biaya produksi bagi perusahaan yang menggunakan bahan baku impor. Dalam jangka panjang, tekanan tersebut juga dapat memengaruhi harga barang dan tingkat inflasi.
Karena itu, manfaat yang diperoleh dari peningkatan kunjungan wisatawan asing tidak serta-merta menghapus seluruh dampak negatif dari pelemahan nilai tukar.
Namun setidaknya, sektor pariwisata dapat menjadi salah satu penyangga ekonomi yang membantu mengimbangi tekanan tersebut.
Devisa dari Wisatawan Menjadi Sumber Pemasukan Penting
Dalam ekonomi modern, wisatawan asing tidak hanya membawa koper dan paspor. Mereka juga membawa devisa.
Setiap uang yang dibelanjakan wisatawan mancanegara di Indonesia pada dasarnya menjadi pemasukan bagi perekonomian nasional.
Mulai dari pembayaran hotel, pembelian makanan, transportasi, hingga belanja oleh-oleh, semuanya berkontribusi terhadap penerimaan devisa negara.
Karena itu, meningkatnya kunjungan wisatawan Malaysia di tengah kondisi nilai tukar yang menguntungkan dapat menjadi salah satu sumber pemasukan yang cukup penting bagi Indonesia.
Terlebih ketika sektor ekspor dan perdagangan global juga menghadapi berbagai tantangan akibat ketidakpastian ekonomi dunia.
Bisa jadi Titik Balik Ekonomi UMKM
Pelemahan rupiah terhadap ringgit Malaysia memang menghadirkan berbagai tantangan bagi perekonomian nasional. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menciptakan peluang bagi sektor pariwisata, perdagangan, dan UMKM.
Dengan daya beli yang semakin kuat, wisatawan Malaysia kini dapat berbelanja lebih banyak selama berada di Indonesia. Fenomena ini berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi lokal sekaligus menambah pemasukan devisa dari sektor pariwisata.
Sebagai negara yang saat ini menerima jumlah wisatawan Malaysia terbesar dibandingkan negara lain, Indonesia memiliki peluang untuk memanfaatkan momentum tersebut guna mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan nilai tukar yang masih berlangsung.
Referensi
- Badan Pusat Statistik (BPS) – Statistik Wisatawan Mancanegara
https://www.bps.go.id - Bank Indonesia – Kurs Referensi Rupiah
https://www.bi.go.id - Kementerian Pariwisata Republik Indonesia
https://www.kemenparekraf.go.id - CNBC Indonesia – Analisis Pergerakan Rupiah dan Ringgit
https://www.cnbcindonesia.com - Kontan – Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Pariwisata
https://www.kontan.co.id - Trading Economics – MYR/IDR Exchange Rate
https://tradingeconomics.com - World Tourism Organization (UN Tourism)
https://www.unwto.org
