114 Korban KM Virgo Dievakuasi, 108 Selamat dan 6 Meninggal


Ringkasan Cepat:

  • Basarnas evakuasi 114 dari 243 orang di KM Virgo Transport 8 hingga Senin (14/9) pukul 11.00 WITA
  • Rinciannya: 108 selamat, 6 meninggal dunia, 129 masih dalam pencarian
  • Operasi hari kedua diperluas ke enam sektor pencarian seluas 2.600 mil laut

Banjarmasin, 14 September 2026 — Tim SAR gabungan mengevakuasi 114 korban KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, sejak Minggu (13/9) akibat cuaca buruk. Basarnas mencatat 108 orang selamat dan enam meninggal, sementara 129 penumpang lainnya masih dicari.

Mengapa Ini Penting?

114 Korban KM Virgo Dievakuasi, 108 Selamat dan 6 Meninggal

KM Virgo Transport 8 adalah kapal roro penumpang yang membawa 243 orang — gabungan 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, serta 126 sopir dan kernet — dalam pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Kapal juga mengangkut 89 unit kendaraan. Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan laut terbesar di jalur Surabaya–Banjarmasin tahun ini, dan berdampak langsung pada ratusan keluarga yang menunggu kabar di dua provinsi.

Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menjelaskan kapal diduga mengalami kemiringan ekstrem dan hilang kontak di sekitar perairan Masalembo pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Posisi terakhir kapal tercatat di koordinat 4°31’51.82″S 114°02’06.88″E, sekitar 80 mil laut dari Banjarmasin.

“Kami telah merespons cepat laporan insiden yang dialami KMP Virgo Transport 8 di wilayah perairan Masalembo. Fokus dan prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan seluruh pihak yang berada di atas kapal melalui pengerahan operasi penyelamatan yang terkoordinasi.”
— Heri Purwanto, Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin, 13 September 2026

Reaksi dan Dampak

114 Korban KM Virgo Dievakuasi, 108 Selamat dan 6 Meninggal

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengonfirmasi rincian terbaru dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Senin (14/9). Dari 114 korban yang sudah ditemukan, 86 orang telah tiba di Banjarmasin — 85 selamat dan satu meninggal — sementara 28 korban lain masih dalam perjalanan evakuasi, terdiri atas 23 selamat dan lima meninggal dunia.

“Jadi total yang sudah ditemukan adalah 114 orang, dengan rincian 108 yang selamat dan enam yang meninggal dunia.”
— Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan RI, 14 September 2026

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa pencarian terhadap 129 korban yang belum ditemukan terus berlanjut dengan mengerahkan berbagai unsur SAR gabungan. Bagi keluarga penumpang yang masih menunggu kepastian nasib kerabatnya, operasi hari kedua ini menjadi taruhan harapan terbesar sebelum jendela waktu pencarian di laut semakin sempit.

Peristiwa ini menambah catatan panjang kecelakaan laut di perairan Indonesia — beberapa hari sebelumnya, tim SAR juga masih memburu lima jurnalis yang hilang saat meliput di lapangan, menegaskan bahwa koordinasi Basarnas kini bekerja di beberapa titik krisis sekaligus.

Kronologi Peristiwa

114 Korban KM Virgo Dievakuasi, 108 Selamat dan 6 Meninggal
WaktuKejadianSumber
Sabtu, 12 September 2026KM Virgo Transport 8 bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, BanjarmasinKSOP Kelas I Banjarmasin
Minggu, 13 September 2026, ±02.00 WITAKapal menghadapi cuaca buruk, mengalami kemiringan ekstrem, lalu terbalik dan hilang kontak di perairan MasalemboBasarnas, KSOP
Minggu, 13 September 2026 (siang)Basarnas membuka operasi SAR dengan delapan sektor pencarianBasarnas
Senin, 14 September 2026, pukul 11.00 WITA114 korban dievakuasi (108 selamat, 6 meninggal); operasi hari kedua diperluas ke enam sektor seluas 2.600 mil lautBasarnas, Kemenhub

Apa Selanjutnya?

114 Korban KM Virgo Dievakuasi, 108 Selamat dan 6 Meninggal

Basarnas menyatakan pencarian terhadap 129 korban yang tersisa masih menjadi prioritas pada hari kedua operasi, dengan pembagian ulang wilayah pencarian menjadi enam sektor agar lebih efektif. Kemenhub melalui KSOP Tanjung Perak dan KSOP Banjarmasin juga terus mengoordinasikan proses identifikasi jenazah dan pemulangan korban selamat ke keluarga masing-masing. Perkembangan jumlah korban berpotensi berubah dalam beberapa jam ke depan seiring proses verifikasi data manifes yang menurut sejumlah laporan lapangan masih berjalan.

Kejadian ini kemungkinan turut mendorong evaluasi ulang terhadap prosedur keselamatan pelayaran roro di jalur Surabaya–Banjarmasin, mengingat kapal sempat menghadapi cuaca ekstrem tanpa sempat mengirim sinyal bahaya yang jelas sebelum hilang kontak — sebuah pola yang juga relevan dengan tantangan cuaca ekstrem di wilayah Kalimantan belakangan ini, meski dua peristiwa itu berbeda penyebab.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *